Purwakarta Geber Produksi Padi di Tengah Kabar Gembira Turunnya Harga Pupuk Subsidi
Purwakarta, 23 Oktober 2025 – Balai Perakitan dan Pengujian Unggas dan Aneka Ternak (BRMP Unggas) bersama Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta menggelar rapat koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) di Balai Penyuluhan Pertanian Garokgek, Kiarapedes.
Momentum Penting untuk Ketahanan Pangan
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memastikan Purwakarta mencapai target produksi gabah di tengah upaya nasional menjaga ketahanan pangan. Kabar baik disampaikan oleh Kepala BRMP Unggas dan Aneka Ternak yang memberikan dorongan semangat kepada para penyuluh.
Dukungan Harga Pupuk yang Lebih Terjangkau
Ia menyoroti kebijakan pemerintah mengenai penurunan harga pupuk bersubsidi yang baru saja diumumkan. "Ini adalah angin segar. Dengan harga pupuk yang lebih terjangkau, kita harus lebih bersemangat lagi, karena ini menyangkut konsumsi pangan banyak orang."
Capaian 85% dari Target LTT
Purwakarta telah menuntaskan 85% dari target LTT hingga saat ini. Capaian tersebut menjadi modal besar untuk "tancap gas" menuntaskan sisa target di akhir tahun.
Optimalisasi Data Lapangan
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Hedyanto Purnama, menekankan pentingnya akurasi data lapangan. "Berikan data realisasi yang benar di lapangan. Data ini kunci bagi pelaporan dan penentuan kebijakan selanjutnya."
Proyeksi Produksi Gabah Jawa Barat
Jawa Barat diproyeksikan mampu mencapai 10 juta ton gabah hingga akhir tahun, dengan peningkatan signifikan pada LTT dan produksi dibanding tahun sebelumnya.
Strategi Teknis untuk Mencapai Target
Rakor kemudian dilanjutkan oleh Kabid Tanaman Pangan DPP Purwakarta, Tatang Sopian, bersama Dr. Ir. Triana Susanti, (tautan tidak tersedia) dari BRMP Unggas. Keduanya memaparkan hasil evaluasi capaian LTT bulan Oktober serta merumuskan strategi teknis untuk mencapai target bulan November.
Purwakarta Siap Menuntaskan Misi Pangan Nasional
Dengan dukungan penuh dari BRMP Unggas, Purwakarta kini berada di jalur cepat untuk menuntaskan misi pangan nasional—menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.